Judul : Mitos Dan Fakta Diabetes Mellitus
link : Mitos Dan Fakta Diabetes Mellitus
Mitos Dan Fakta Diabetes Mellitus
Mitos 1 : Diabetes itu menular
Fakta : Diabetes tidaklah menular. Diabetes disebabkan oleh faktor keturunan, genetik, atau gaya hidup, berbeda dengan penyakit menular yang disebabkan kuman atau virus.
Fakta : Diabetes tidaklah menular. Diabetes disebabkan oleh faktor keturunan, genetik, atau gaya hidup, berbeda dengan penyakit menular yang disebabkan kuman atau virus.
Mitos 2 : Anak yang terlahir dari orang renta yang terkena diabetes, niscaya menderita diabetes juga. Fakta : Orangtua yang menderita diabetes, risiko menurunkan diabetes memang menjadi lebih tinggi. Bukan sesuatu yang pasti. Kenyataan mengatakan keturunan diabetesi sanggup terhindar dari diabetes tipe 2 dengan cara menjaga contoh makan dan rutin melaksanakan acara fisik.
Mitos 3 : Penderita diabetes bergantung pada obat hingga seumur hidup.
Fakta : Penderita diabetes tidak mutlak mengonsumsi obat diabetes. Obat diabetes hanya dibutuhkan dikala gula darah masih belum terkendali walaupun Anda sudah mengatur contoh makan dan melaksanakan acara fisik
Fakta : Penderita diabetes tidak mutlak mengonsumsi obat diabetes. Obat diabetes hanya dibutuhkan dikala gula darah masih belum terkendali walaupun Anda sudah mengatur contoh makan dan melaksanakan acara fisik
Mitos 4 : Penderita diabetes sama sekali dilarang mengonsumsi makanan yang manis.
Fakta : Penderita diabetes memang harus membatasi konsumsi gula. Namun, bukan berarti Anda tidak sanggup menikmati makanan manis. Meniadakan konsumsi gula sama sekali justru sanggup menciptakan kadar gula darah Anda terlalu rendah (hipoglikemia) yang sanggup menjadikan pusing, lelah, gangguan penglihatan, hingga kehilangan kesadaran. Penderita diabetes boleh mengonsumsi makanan manis, asal jumlahnya dikontrol. Selain itu, telah tersedia pelengkap pengganti gula ibarat aspartame, stevia, sorbitol, atau acesulfame-K yang sanggup membantu Anda mengontrol asupan gula dan kondusif bagi penderita diabetes.
Fakta : Penderita diabetes memang harus membatasi konsumsi gula. Namun, bukan berarti Anda tidak sanggup menikmati makanan manis. Meniadakan konsumsi gula sama sekali justru sanggup menciptakan kadar gula darah Anda terlalu rendah (hipoglikemia) yang sanggup menjadikan pusing, lelah, gangguan penglihatan, hingga kehilangan kesadaran. Penderita diabetes boleh mengonsumsi makanan manis, asal jumlahnya dikontrol. Selain itu, telah tersedia pelengkap pengganti gula ibarat aspartame, stevia, sorbitol, atau acesulfame-K yang sanggup membantu Anda mengontrol asupan gula dan kondusif bagi penderita diabetes.
Mitos 5 : Lebih baik mengkonsumsi nasi yang dimasak sehari sebelumnya dan didiamkan semalaman.
Fakta : Tidak ada perubahan yang berarti antara nasi yang didiamkan semalaman dengan nasi yang gres dimasak. Anda sanggup menentukan nasi merah yang lebih kaya serat dan mempunyai nilai Indeks Glikemik lebih rendah.
Fakta : Tidak ada perubahan yang berarti antara nasi yang didiamkan semalaman dengan nasi yang gres dimasak. Anda sanggup menentukan nasi merah yang lebih kaya serat dan mempunyai nilai Indeks Glikemik lebih rendah.
Mitos 6 : Penderita diabetes sebaiknya menggantikan nasi dengan kentang.
Fakta : Nasi dan kentang sama-sama sumber karbohidrat dengan nilai Indeks Glikemik tinggi yang sanggup meningkatkan gula darah dalam waktu relatif cepat. Sementara, penderita diabetes dianjurkan menentukan sumber karbohidrat yang mempunyai nilai Indeks Glikemik rendah, ibarat pasta atau nasi merah.
Fakta : Nasi dan kentang sama-sama sumber karbohidrat dengan nilai Indeks Glikemik tinggi yang sanggup meningkatkan gula darah dalam waktu relatif cepat. Sementara, penderita diabetes dianjurkan menentukan sumber karbohidrat yang mempunyai nilai Indeks Glikemik rendah, ibarat pasta atau nasi merah.
Mitos 7 : Diabetes hanya disebabkan oleh tingginya konsumsi gula.
Fakta : Diabetes tidak hanya disebabkan konsumsi gula berlebih tetapi juga oleh gaya hidup yang kurang sehat. Tingginya asupan lemak, kurangnya acara fisik, dan obesitas pun sanggup meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.
Fakta : Diabetes tidak hanya disebabkan konsumsi gula berlebih tetapi juga oleh gaya hidup yang kurang sehat. Tingginya asupan lemak, kurangnya acara fisik, dan obesitas pun sanggup meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.
Mitos 8 : Penderita diabetes tidak sanggup makan enak.
Fakta : Untuk menjaga biar gula darah selalu normal, diabetesi memang harus selalu mengontrol contoh makannya. Tapi, bukan berarti mereka tidak sanggup menikmati makanan enak.
Fakta : Untuk menjaga biar gula darah selalu normal, diabetesi memang harus selalu mengontrol contoh makannya. Tapi, bukan berarti mereka tidak sanggup menikmati makanan enak.
Mitos 9 : Penderita diabetes dilarang berolahraga biar stamina tidak drop.
Fakta : Penderita diabetes justru dianjurkan untuk berolahraga secara teratur lantaran sanggup mengoptimalkan penggunaan energi dalam badan dan mencegah kelebihan energi tersimpan sebagai lemak. Olahraga pun sanggup melancarkan peredaran darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Pastikan berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu dan jenis acara yang direkomendasikan untuk penderita diabetes.
Fakta : Penderita diabetes justru dianjurkan untuk berolahraga secara teratur lantaran sanggup mengoptimalkan penggunaan energi dalam badan dan mencegah kelebihan energi tersimpan sebagai lemak. Olahraga pun sanggup melancarkan peredaran darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Pastikan berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu dan jenis acara yang direkomendasikan untuk penderita diabetes.
Demikianlah ulasan mengenai Mitos Dan Fakta Diabetes Mellitus
Sekianlah tulisan Mitos Dan Fakta Diabetes Mellituspada kali ini, Semoga betul-betul dapat memberi manfaat untuk anda semua khususnya yang berkaitan dengan obat alami. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Saat ini Kamu membaca artikel Mitos Dan Fakta Diabetes Mellitus dengan alamat link https://obatherbaldiabe.blogspot.com/2018/02/mitos-dan-fakta-diabetes-mellitus.html
