Diabetes Melitus

Diabetes Melitus - Hai sahabat obat herbal diabetes, PadaTulisan pada kali ini dengan judul Diabetes Melitus, kami Haturkan tulisan Kesehatan dan obat herbal Alami ini dengan baik untuk kamu tahu dan ambil pengetahuan didalamnya. Semoga saja isi postingan dalam tema Artikel cara mengobati diabetes basah, Artikel cara mengobati diabetes kering, Artikel lainnya, Artikel obat alami diabetes paling ampuh, Artikel Obat Herbal Diabetes, Artikel pengobatan diabetes, Artikel tips cara menyembuhkan diabetes, yang penulis sajikan ini dapat betul-betul anda pahami. Okelah, selamat membacanya.

Judul : Diabetes Melitus
link : Diabetes Melitus

Baca juga


Diabetes Melitus

Diabetes Melitus

 

Diabetes melitus yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan insulin atau berkurangnya efektivitas insulin. Hal ini ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa melebihi normal. Diabetes ditandai dengan kondisi hiperglikemia berlangsung terus- menerus. Insulin yaitu hormon yang dibuat oleh pankreas. Pankreas mengeluarkan insulin ke dalam anutan darah. Insulin membantu glukosa untuk sanggup masuk kedalam sel. Insulin menurunkan jumlah gula didalam darah.

Menurut data pada tahun 2015 dari Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI) menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia teah mencapai 9,1 juta orang. Indonesia disebut-sebut telah bergeser naik dari peringkat 7 menjadi peringkat ke 5 teratas diantara negara-negara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak dunia. Organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organisation) memperkirakan jumlah penderita diabtes melitus di Indonesia akan terus melonjak, dari semula 8,4juta orang di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3juta orang di tahun 2030. Usia penderita diabetes melitus sekarang semakin muda, 1 dari 5 penderita diabetes masih berumur dibawah 40 tahun dengan jumlah sebanyak 1.671.000 orang. Sedangkan sisanya berusia 40 sampai 59 tahun dengan jumlah sebanyak 4.651.000 orang. Kelompok yang terakhir terdiri dari penderita diabetes melitus berusia 60 sampai 79 tahun berjumlah sekitar 2 jutaan orang.

Klasifikasi Diabetes Melitus

 

Berdasarkan penyebabnya, diabetes digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
  1. Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh kegagalan tubuh untuk memproduksi insulin. Diabetes tipe ini sanggup terdeteksi ketika seseorang berusia muda, bahkan belum dewasa dan sebagian besar penderitanya kurus. Penderita akan membutuhkan insulin dari luar tubuh secara rutin terus-menerus sepanjang hidupnya.
 
  1. Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 disebabkan lantaran kekurangan insulin, dimana tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin yang dihasilkan tidak sanggup bekerja secara memadai. Hal ini mengakibatkan tubuh mempunyai duduk kasus dalam mengubah karbohidrat menjadi energi sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah.
Diabetes tipe 2 merupakan jenis penyakit yang sanggup menyerang orang dari segala usia, namun lebih banyak didominasi terjadi pada orang berusia diatas 30 tahun. Penderita diabetes tipe 2 dapat  mengontrol kadar gula darahnya dengan diet, olahraga, antidiabetik oral atau kadang kala memerlukan suntikan insulin. Apabila tidak melaksanakan terapi pengobatan dan perubahan gaya hidup yang sempurna maka sanggup menimbulkan resiko penyakit jantung, kebutaan, kerusakan saraf dan organ, dan kondisi serius lainnya.

  1. Diabetes mellitus gestasional
Wanita hamil yang tidak pernah menderita diabetes melitus sebelumnya tetapi ketika hamil mempunyai kadar glukosa yang tinggi. Diabetes melitus gestasional terjadi lantaran adanya hormon kehamilan yang bekerja berlawanan dengan insulin. Diabetes melitus gestasional
biasanya terjadi pada kehamilan trimester ke-2 atau ke-3 (setelah usia kehamilan 3 atau 6 bulan), dan umumnya menghilang sengan sendirinya sehabis proses melahirkan.

Tanda dan Gejala Diabetes Melitus

Gejala hiperglikemia/ diabetes yang khusus adalah
  1. Cepat merasa haus (polidipsia) dan sering buang air kecil (poliuria).
  2. idipsia muncul lantaran sebagian besar air yang ada di dalam sel tertarik ke dalam darah (yang mengandung glukosa dalam jumlah yang tinggi) tanggapan perbedaan tekanan osmosis. Akibatnya, sel kekurangan cairan.
  3. iuria muncul lantaran air di dalam pembuluh darah terlalu banyak sehingga perlu dikeluarkan.
  4. Sering mengalami kelaparan ekstrim (polifagia).
  5. ifagia muncul lantaran sebagian besar sel-sel tubuh kta kelaparan (tidak mendapat masakan yang dibutuhkan), lantaran glukosa sebagai hasil penguraian masakan yang kita makan tidak masuk ke dalam sel.
  6. Cepat merasa lelah dan mengantuk
Hal ini terjadi lantaran sebagian sel-sel tubuh kita tidak mendapat glukosa yang dibutuhkan untuk tetap bugar.
  1. Penurunan berat tubuh yang ekstrim dan tanpa sebab.
  2. Emosi tidak stabil.
  3. Penglihatan kabur.
  4. Pada perempuan akan gampang mengalami infeksi jamur pada vagina.
  5. Praktis terjangkit infeksi.
  6. Jika mengalami luka akan sulit sembuh lantaran diabetes mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri dan melawan infeksi. Ketika kadar gula dalam tubuh sudah mencapai kadar yang tinggi biasanya terjadi gekgejala menyerupai : pusing, .gangguan penglihatan dan haus.

Faktor Resiko Diabetes Melitus tipe 1

  1. Faktor keturunan
Seorang anak dengan ayah pengidap diabetes tipe 1 mempunyai resiko yang lebih besar menderita diabetes tipe 1 dibandingkan anak dengan ibu pengidap diabetes tipe 1. Karena resiko ini maka komitmen nikah antar sesame penderita diabetes sangat tidak dianjurkan, baik penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
 
  1. Penyakit autoimun
Penyakit ini mengakibatkan sel-sel darah putih menyerang dan mengakibatkan kerusakan organ pancreas. Penderita menyerupai ini terdeteksi mempunyai antibody terhadap insulin (menganggap insulin tubuhnya sendiri sebagai benda abnormal yang harus diserang).
 
  1. Faktor lingkungan
Misalnya: infeksi virus (gondongan, campak jerman, coxsackie – virus yang masuk ke dalam jalan masuk pencernaan tapi bisa mengakibatkan radang selaput otak), basil (infeksi gigi), atau sesuatu yang berkaitan dengan nutrisi (memperkenalkan susu sapi terlalu dini).

Faktor resiko Diabetes Mellitus Tipe 2

Meskipun belum diketahui secara niscaya mengapa seseorang menderita diabetes sedangkan yang lain tidak, namun sudah niscaya bahwa beberapa faktor berikut akan meningkatkan resiko anda untuk terkena diabetes tipe 2:
  1. Riwayat keluarga
Orang renta atau saudara kandung menderita diabetes. Hal ini umumnya berkaitan dengan pola hidup dan pola makan.
  1. Kelebihan berat badan
80 – 85% dari penderita diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat tubuh bahkan kegemukan/obesitas. Banyaknya jaringan lemak pada mereka yang kelebihan berat tubuh mengakibatkan sel-sel tubuh makin resisten terhadap insulin. Yang juga penting yaitu di cuilan mana kelebihan berat tubuh tersebut terjadi. Misal: di perut akan beresiko lebih besar. Kabar baiknya yaitu kadar gula darah akan turun seiring dengan penurunan berat badan.
  1. Sedentary lifestyle (kebiasaan tidak banyak bergerak).
Semakin anda kurang aktif bergerak, semakin besar resiko terkena diabetes. Manfaat aktifitas fisik dan olahraga:
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Membantu memakai glukosa sebagai sumber energy.
  • Membuat sel-sel tubuh lebih sensitive terhadap insulin.
  • Membantu membentuk otot, sehingga sebagian besar glukosa di dalam darah akan diserap ke dalam otot. Jika anda kekurangan otot akan lebih banyak glukosa yang berada di dalam darah.
  1. Usia
Usia ini sering berkaitan dengan makin jarangnya beraktifitas fisik / berolahraga, sehingga lebih sedikit jaringan otot yang terbentuk dan bertambahnya berat badan.
  1. Pernah menderita GDM atau pernah melahirkan bayi dengan berat > 4,1 kg.
  2. Hipertensi (≥ 149 / 90 mmHg)
  3. Hiperlipidemia
  4. HDL ≤ 35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL, atau keduanya
  5. Merokok

Diagnosis Diabetes Melitus

Diabetes melitus ditegakan atas dasar investigasi kadar gula darah. Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan yaitu investigasi glukosa secara enzimatik dengan materi darah plasma dari pembuluh darah vena. Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium.
Berikut rentang normal hasil investigasi glukosa dalam darah :
  1. Gula Darah Puasa (GDP)
Puasa yaitu suatu kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam. Rentang normal dari GDP yaitu 80mg/dL-126mg/dL.
  1. Gula Darah 2jam Setelah Makan
Pemeriksaan Gula Darah 2jam Setelah Makan yaitu suatu kondisi dengan beban kalori 75gram. Rentang normal dari Gula Darah 2jam Setelah Makan yaitu 80mg/dL-200mg/dL.
  1. Gula Darah Acak (GDA)
Rentang normal dari GDA yaitu 80mg/dL-200mg/dL.
  1. HbA1c
HbA1c atau Hemoglobin A1c yaitu komponen minor dari hemoglobin yang berikatan dengan glukosa. Pemeriksaan HbA1c yaitu investigasi yang sanggup menggambarkan rata-rata gula darah selama 2-3 buan terakhir sehingga sanggup dipakai untuk melihat seberap baik pengobatan diabetes melitus. Nilai normal HbA1c yaitu 4-5,6%,mengindikasikan prediabetes yaitu 5,7-6,4% dan mengindikasikan diabetes >6,5%.

Penanganan Diabetes Melitus

Penanganan diabetes tentu harus didasarkan pada rekomendasi dokter dengan hasil investigasi terlebih dahulu. Namun beberapa hal berikut ini perlu menjadi perhatian semoga penanganan diabetes menjadi lebih maksimal.
  1. Membuat komitmen untuk sanggup menjaga kadar glukosa dalam darah.
Mengkonsumsi obat menyerupai yang direkomendasikan oleh dokter. Mengkonsumsi masakan sehat dan melaksanakan aktifitas fisik setiap hari untuk menjaga kondisi tubuh.
  1. Berkonsultasi dengan dokter seorang andal mata secara rutin setiap 6 bulan sekali untuk melihat kemungkinan tanda-tanda kerusakan retina mata, katarak, dan glaukoma.
  1. Menjaga sistem kekebalan tubuh.
Peningkatan kadar gula darah sanggup melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut sanggup mengakibatkan tubuh gampang terinfeksi basil dan virus.
  1. Menjaga kondisi kaki
Mencuci kaki setiap hari dengan memakai air hangat kemudian keringkan dengan handuk yang lembut. Melembabkan kaki dengan lotion. Periksa kaki setiap hari untuk melihat adanya lecet, luka, kemerahan atau bengkak.
  1. Menjaga semoga tekanan darah dan kadar kolesterol berada pada rentang normal dengan cara mengkonsumsi masakan sehat dan melaksanakan olahraga fisik setiap hari.
  1. Berhenti merokok
Merokok sanggup meningkatkan resiko terjadinya komplikasi diabetes, menyerupai jantung, stroke, kerusakan saraf dan penyakit ginjal. Perokok yang menderita diabetes melitus mempunyai resiko tiga kali lebih tinggi dari pada penderita diabetes non- merokok.
  1. Berhenti mengkonsumsi alkohol
Minuman yang mengandung alkohol sanggup meningkatkan kadar gula dalam darah terutama jikalau dikonsumsi bersamaan dengan makan.
  1. Mengurangi stress lantaran hormon tubuh yang keluar lantaran stress sanggup mencegah insulin bekerja dengan baik.

Komplikasi Diabetes melitus

Dalam beberapa masalah diabetes melitus ditemukan beberapa duduk kasus serius terkait kesehatan yang terpengaruh lantaran diabetes melitus. Berikut beberapa misalnya :
  1. Mengalami duduk kasus pada jantung dan pembuluh darah.
  2. Mengalami kerusakan pada saraf (neuropathy). Neuropathy yang ditandai dengan sering mencicipi gatal tanpa sebab.
  3. Kerusakan pada ginjal (nefropathy).
  4. Kerusakan pada mata (retinopathy).
  5. Kerusakan pada kaki.
Kerusakan saraf di kaki atau anutan darah yang jelek ke kaki sehingga meningkatkan resiko aneka macam komplikasi pada kaki. Luka dan lecet sanggup mengakibatkan infeksi serius pada kaki dan sanggup memburuk sehingga memerlukan tindakan amputasi.
  1. Luka yang lambat untuk disembuhkan atau tertutup.
  2. Sering terjadi infeksi .
  3. Gangguan pada kehidupan sex.
Diabetes sanggup mengakibatkan duduk kasus atau merusak pembuluh darah dan saraf pada alat kelamin. Hal ini sanggup menimbulkan hilangnya perasaan dan menciptakan sulit untuk mengalami orgasme. Pada perempuan sanggup mengakibatkan kekeringan vagina. Sedangkan pada laki-laki sanggup mengakibatkan impotensi.

Tindakan Pencegahan Diabetes Melitus

Setiap orang niscaya tidak ingin menderita diabetes melitus, satu-satunya cara yaitu mengubah pola hidup.
Berikut yaitu pola hidup yang sanggup mencegah menderita penyakit diabetes melitus :
  1. Jangan merokok atau berhenti merokok.
  2. Mengatur pola makan
Seimbangkan kadar gula darah dengan diet dan ikuti cara memasak yang sehat:
  • Kurangi asupan kalori: kurangi porsi makan bukan frekuensi makan
  • Batasi masakan yang kaya karbohidrat dalam masakan yaitu 55 – 60%
  • Pilih karbohidrat kompleks bukan karbohidrat sederhana.
  • Perbanyak masakan yang kaya serat
  • Batasi konsumsi lemak < 30% dari komposisi makanan
  • Pilih masakan yang rendah kadar lemak, misal: ikan, daging tak berlemak, ayam tanpa kulit. Masak masakan dengan cara direbus atau dipanggang, bukan digoreng.
  • Jika ingin menciptakan kue/cake, gunakan margarine sebagai pengganti mentega.
  • Jika mengkonsumsi susu, pilih susu non-fat, low-fat atau skim (susu segar yang cuilan batasnya / kepala susu sudah dibuang).
  • Batasi / hindari masakan yang kaya lemak, misal: daging berlemak (pada sate kambing), sop buntut, soto sulung, cake, keju dan masakan yang rasanya gurih bukan lantaran penyedap rasa (MSG).
  1. Melakukan aktifitas fisik
Lakukan olahraga setiap hari selama 30 menit, misal: jalan kaki pagi hari. Olahraga terbukti membantu menurunkan kadar gula darah.
Agar tidak terjadi hipoglikemia (kadar glukosa turun terlalu rendah) pada ketika atau sehabis berolahraga, maka penderita dianjurkan untuk makan dulu 1 – 2 jam sebelum melaksanakan olahraga.
 
Tetapi perlu diingat bahwa olahraga tidak dianjurkan jikalau kondisi penderita sebagai berikut:
  • Kadar gula darah puasa > 250 mg/dL: ada ancaman kehilangan cairan tubuh atau denyut jantung terlalu cepat
  • Kadar gula darah sewaktu < 100 mg/dL: ada ancaman hipoglikemia
  • Sakit: ada ancaman cedera atau hipoglikemia.
  1. Menjaga berat tubuh ideal
Jika mengalami kegemukan atau obesitas maka diharapkan perjuangan untuk menurunkan berat tubuh sampai mencapai berat tubuh ideal.
Turunkan berat tubuh semoga tercapai rentang yang sehat. Berat tubuh yang hiperbola dengan timbunan lemak akan mengakibatkan insulin tidak bisa bekerja efektif.
 


Demikianlah ulasan mengenai Diabetes Melitus

Sekianlah tulisan Diabetes Melituspada kali ini, Semoga betul-betul dapat memberi manfaat untuk anda semua khususnya yang berkaitan dengan obat alami. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Saat ini Kamu membaca artikel Diabetes Melitus dengan alamat link https://obatherbaldiabe.blogspot.com/2018/02/diabetes-melitus.html

Blog Archive