Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2

Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2 - Hai sahabat obat herbal diabetes, PadaTulisan pada kali ini dengan judul Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2, kami Haturkan tulisan Kesehatan dan obat herbal Alami ini dengan baik untuk kamu tahu dan ambil pengetahuan didalamnya. Semoga saja isi postingan dalam tema Artikel Adult Onset, Artikel cara mengobati diabetes basah, Artikel cara mengobati diabetes kering, Artikel Hiperglikemia, Artikel Juvenile Onset, Artikel Makroangiopati, Artikel Mikroangiopati, Artikel obat alami diabetes paling ampuh, Artikel pengobatan diabetes, Artikel Terbaru, Artikel tips cara menyembuhkan diabetes, yang penulis sajikan ini dapat betul-betul anda pahami. Okelah, selamat membacanya.

Judul : Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2
link : Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2

Baca juga


Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2

Keduanya sama-sama berafiliasi dengan kelebihan gula di dalam darah. Meski demikian Diabetes Tipe 1 dan 2 punya beberapa perbedaan yang sangat mendasar. Penyebabnya sangat berbeda, pengobatan dan cara pencegahannya juga tidaklah sama.

Perbedaan pertama terletak pada usia pasien dikala pertama kali didiagnosis. Diabetes tipe 1 lebih banyak menyerang pasien di anak-anak 20 tahun sehingga sering disebut juvenile onset, sebaliknya tipe 2 menyerang usia 35 tahun ke atas atau disebut adult onset.

Dalam perkembangannya istilah juvenile onset dan adult onset dikala ini sudah dihilangkan, alasannya ialah pada kenyataannya diabetes tipe 1 dan 2 bisa menyerang usia berapapun. Hanya saja, kecenderungannya masih tetap sama yakni tipe satu lebih banyak menyerang di usia muda dan tipe 2 di usia tua.

Selanjutnya ialah postur dan perawakan pengidapnya. Pasien diabetes tipe 1 umumnya mempunyai perawakan kurus, sedangkan diabetes tipe 2 lebih banyak menyerang orang-orang bertubuh besar yang dikategorikan kelebihan berat tubuh (overweight) maupun obesitas.

Diabetes Tipe 1 dan 2 juga dibedakan menurut penyebabnya. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan pankreas sehingga produksi insulin berkurang, sementara tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin dalam arti insulinnya cukup tetapi tidak bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar gula darah.

Karena penyebabnya berbeda, pengobatan kedua tipe diabetes ini juga tidak sama. Pengidap diabetes tipe 1 membutuhkan insulin dalam bentuk suntikan maupun pompa insulin sedangkan pasien diabetes tipe 2 cukup mengonsumsi obat oral atau obat telan.

Diabetes tipe 1 susah diprediksi dan dicegah, alasannya ialah merupakan kelainan genetik yang dibawa semenjak lahir. Lain halnya dengan diabetes tipe 2 yang sangat bisa dicegah, lantaran biasanya menyerang orang-orang dengan contoh makan tidak sehat dan jarang berolahraga.

Dilihat dari perbandingan jumlah kasus, diabetes tipe 1 meliputi 10-15 persen dari jumlah seluruh pengidap diabetes. Dikutip dari ABC News, Senin (20/2/2012), jumlah kasus diabetes tipe 2 terutama di negara maju dan berkembang mencapai 85-90 persen dari seluruh pengidap diabetes semua tipe.


sama berafiliasi dengan kelebihan gula di dalam darah Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2

Bila Dirangkum maka secara garis besar perbedaan DM Tipe 1 dan 2 ialah :

Perbedaan Klinis DM Tipe 1 dan DM tipe 2
Diebetes Mellitus Tipe 1
  • Sel beta pancreas rusak sehingga tak bisa memproduksi insulin, sehingga untuk kebutuhannya tergantung asupan dari luar.
  • Terjadi semenjak usia bayi dan anak-anak.
  • Biasanya penderita kurus, lantaran terjadi lipolisis dan glukoneogenesis dari lemak, akhir tidak adanya insulin
  • Penyebab tidak adanya insulin:
         * Immune Mediated (penyakit autoimun)
         * Idiopatik ( tak diketahui )
  • DM tipe I cepat menjadi hiperglikemia berat dan keto acidosis
  • Rentan terhadap ketosis
  • Terapinya tergantung pada Insulin
  • Sering menunjukkan tanda-tanda awal yang eksplosif dengan polidipsia, poliuria, turunnya BB, polifagia, lemah, dan mengantuk (samnolen)

    Diabetes mellitus Tipe 2
  • Sel beta pancreas bisa menghasilkan insulin namun tidak berfungsi optimal.
  • Onsetnya pada usia dewasa.
  • Penyebab :
*  Dominan insulin resisten + defisiensi insulin relatif. Hal ini   dihubungkan dengan pada penderita obese yang mengalami penurunan jumlah receptor insulin, sehingga walaupun kadar insulin normal/meningkat, penderita tetap hiperglikemia. Faktor lain yang besar lengan berkuasa terhadap resistensi ialah faktor genetik dan lingkungan.

* Dominan gangguan sekresi + insulin resisten 

  • Biasa  terjadi pada usia pertengahan ( remaja dan orang tua)
  • Pada dikala awal biasanya tidak mengatakan gejala, penegakan diagnosa dilakukan melalui investigasi darah di Lab. dan tes toleransi glukosa
  • Tidak rentan terhadap ketosis
  • Terapinya tidak tergantung dengan insulin.

Faktor resiko menderita DM
·   Infeksi pankreas, cushing syndrome, dan akromegali
·   Gangguan metabolism glukosa intrasel
·   Secara genetik ada yang menderita DM.
·   Gaya hidup yang tidak sehat (terlalu sering  mengkonsumsi masakan sumber karbohidrat sederhana, gula-gula dan masakan yang manis).
·    Obesitas / terlalu banyak sel adipose

Hiperglikemia kronis sanggup menimbulkan komplikasi kronis pada DM
•    Hiperglikemia hingga 300-1200mg/dl
Keadaan hiperglikemi yang belangsung dalam jangka waktu usang sanggup menimbulkan meningkatnya kecepatan pembentukan sel-sel  membrane dasar pembuluh-pembuluh kecil, hal ini sanggup menimbulkan terjadinya komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular, penebalan mikrovaskular ini menimbulkan iskemia dan penurunan penyaluran oksigen dan zat-zat  gizi ke jaringan. Meningkatnya asam lemak darah, serta kolestrol, fosfolipid dan lipoprotein darah secara kronis memacu angiopati ( kelainan pembuluh darah ) menyerupai atherosclerosis :
Ø    Mikroangiopati          :   pada kapiler retina, ginjal
Ø  Makroangiopati    : prinsipnya atherosclerosis yang dipercepat, komplikasinya berupa penyakit jantung koroner dan stroke.
•        Pada batasan tertentu glukosa yang memasuki tubulus ginjal akan diresorbsi kembali, namun kalau kadar glukosa darah lebih dari 180 mg/dl maka ada sebagian glukosa yang gagal diresorbsi dan masuk ke urin.
•    Karena kondisi kadar glukosa tinggi dalam cairan extracellular, sementara glukosa tidak selalu gampang menembus ke intrasel, maka tekanan osmotik extracell yang lebih tinggi akan menarik cairan dari intracell, sehingga terjadi kehilangan cairan tubuh intracel. Sementara masuknya glukosa dalam urin meningkatkan tekanan osmotik urin, sehingga terjadi osmotik diuresis, sehingga terjadi kehilangan cairan tubuh ekstracell. Keduanya sanggup berakhir sebagai shock hipovolemik. ( gangguan sirkulasi akhir voum intravascular yang menurun drastis )
•    Selain itu, hemoglobin yang terglikosilasi mempunyai afinitas yang tinggi  terhadap oksigen sehingga oksigen terikat lebih bersahabat ke molekul hemoglobin, hal ini menimbulkan ketersediaan oksigen untuk jaringan berkurang.
•    Keadaan hipoksia pada jaringan ini kalau berlangsung terus menerus dalam jangka waktu usang sanggup secara pribadi merusak atau menghancurkan sel. Hipoksia kronik ini pun sanggup menimbulkan timbulnya hipertensi lantaran jantung dipaksa meningkatkan curahnya sebagai manifestasi pemenuhan kebutuhan oksigen ke jaringan yang iskemik. Gangguan mikrovaskuler ini juga sanggup mempengaruhi  glomerulus ginjal (nefropati diabetic), arteriola retina (retinopati diabetic), dan system saraf perifer, termasuk neuron sensorik, motorik dan somatik (nefropati diabetic), serta mempengaruhi otot-otot dan kulit.

Nutrient yang sanggup diberikan untuk penderita DM

 Makro nutrient
Ø    Karbohidrat : sebagai sumber tenaga (45-65%), diutamakan karbohidrat komplek yang mengandung serat tinggi (25 g/hari).
-    Pemanis bergizi <5% Total energy, sedangkan perhiasan tidak bergizi dihentikan melebihi batas aman.
Ø    Lemak : untuk memenuhi kebutuhan energi (20-25% diutamakan lemak yang berasal dari MUFA lantaran gampang diabsorpsi sel.
-    SAFA  <7%  Kebutuhan Energi
-    PUFA  <10%  Kebutuhan Energi
-    Kolesterol  <300  mg/ hari
Ø    Protein : 10-20%. Pasien dengan Nefropati, asupan protein diturunkan menjadi 0,8 gr/ kgBB/ hari. Fungsi protein untuk mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan kadar albumin darah dan pembentukan membrane sel. Diutamakan protein dengan nilai biologi tinggi.
Ø    Serat : terutama serat larut dari sayur dan buah, untuk membantu kerja proses pencernaan dan memenuhi kebutuhan serat sehari.
    Mikro nutrient
Ø    Vitamin A
Membantu pembentukan dan pemeliharaan sel epitel dan membrane mucus
Ø    Vitamin C
Sebagai antioksidan, dan membantu sintesis kolagen
Ø    Vitamin E
Sebagi antioksidan, dan membantu menguatkan serta  menstabilisasi mebran sel
Ø    Zink (Zn)
Berperan dalam membantu pembentukan sel darah merah, membnatu menjaga keseimbangan asam basa dengan cara membantu mengeluarkan karbon
Ø    Cromium (Cr)
Dibutuhkan dalam metabolisme karbohidrat dan lipid, bekerja sama dengan insulin dalam memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel dioksida dari jaringan dan paru-paru pada pernapasan, juga berafiliasi dengan hormon insulin yang dihasilkan pankreas
Ø    Magnesium (Mg)
Sebagai katalisator dalam proses metabolisme, kekurangan magnesium sanggup mengganggu proses absorpsi, penurunan fungsi ginjal dan endokrin.



Demikianlah ulasan mengenai Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2

Sekianlah tulisan Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2pada kali ini, Semoga betul-betul dapat memberi manfaat untuk anda semua khususnya yang berkaitan dengan obat alami. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Saat ini Kamu membaca artikel Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan 2 dengan alamat link https://obatherbaldiabe.blogspot.com/2018/02/perbedaan-diabetes-tipe-1-dan-2.html

Blog Archive