10 Tips Olahraga Untuk Diabetes

10 Tips Olahraga Untuk Diabetes - Hai sahabat obat herbal diabetes, PadaTulisan pada kali ini dengan judul 10 Tips Olahraga Untuk Diabetes, kami Haturkan tulisan Kesehatan dan obat herbal Alami ini dengan baik untuk kamu tahu dan ambil pengetahuan didalamnya. Semoga saja isi postingan dalam tema Artikel cara mengobati diabetes basah, Artikel cara mengobati diabetes kering, Artikel lainnya, Artikel obat alami diabetes paling ampuh, Artikel Obat Herbal Diabetes, Artikel pengobatan diabetes, Artikel tips cara menyembuhkan diabetes, yang penulis sajikan ini dapat betul-betul anda pahami. Okelah, selamat membacanya.

Judul : 10 Tips Olahraga Untuk Diabetes
link : 10 Tips Olahraga Untuk Diabetes

Baca juga


10 Tips Olahraga Untuk Diabetes



10 Tips Olahraga untuk Diabetes

 

 

 “Penderita diabetes boleh berolahraga tidak ya?”

Jawabannya tentu saja ya! Sudah banyak jurnal atau penelitian yang menunjukkan manfaat berolahraga secara teratur untuk penderita diabetes. Studi menunjukkan kalau olahraga teratur (termasuk rajin berjalan kaki) bisa memperbaiki kontrol kadar gula darah. Bonus lainnya, olahraga teratur bisa menurunkan berat tubuh dan cegah perut buncit, plus turunkan risiko sakit jantung1.
Untuk Anda yang ingin berolahraga, 10 tips simpel ini mungkin bisa membantu Anda


Sebelum memulai olahraga:

1. Ketahui kemampuan Anda

Olahraga memang baik, tapi kalau dilakukan melebihi batas kemampuan, kesudahannya tentu kurang baik. Rekomendasi dari Asosiasi Diabetes Amerika: lakukan Exercise Stress Test sebelum olahraga untuk orang yang telah menderita diabetes selama 10 tahun atau lebih2 dan penderita diabetes yang berusia lebih dari 40 tahun4. Anda sanggup melaksanakan tes ini di rumah sakit. Melalui tes ini, Anda sanggup mengetahui seberapa besar intensitas olahraga yang sanggup Anda lakukan.

2. Berinvestasi pada sepatu olahraga yang baik

Sepatu olahraga yang manis = investasi. Dengan sepatu olahraga yang pas dan nyaman, kaki penderita diabetes pun terhindar dari kemungkinan luka yang memicu infeksi.Waktu terbaik membeli sepatu: di siang hari ketika ukuran kaki cenderung lebih besar. Cobalah sepatu dengan menggunakan kaus kaki (karena kemungkinan besar Anda akan menggunakan sepatu dengan menggunakan kaus kaki). Lebih baik berhati-hati daripada menyesal sebab membeli sepatu yang agak sesak, bukan?


Sebelum berolahraga

Perhatikan dulu apakah ada pecahan kaki Anda yang merah atau luka2,3. Pastikan juga untuk menutupi pecahan yang luka biar terlindung dari tabrakan yang memicu luka atau infeksi.

1. Diabetes? No problem! Cek gula darah

Selalu periksa gula darah Anda sebelum berolahraga. Jangan berolahraga ketika gula darah sangat tinggi atau sangat rendah (di bawah 100 mg/dl).Tips:
- Kalau gula darah sedang rendah, Anda bisa makan buah, cracker, atau segelas susu/jus, kemudian periksa kembali gula darah Anda. Kalau kadar gula darah sudah normal, Anda bisa berolahraga
- Selalu bawa sumber karbohidrat ibarat permen, tablet glukosa, gula pasir, atau minuman bergula, untuk menghindari kadar gula darah terlalu rendah sehabis berolahraga.

2. Bawa identitas diri

Bawalah identifikasi diri atau info bahwa Anda menderita diabetes. Beri tahu keluarga Anda/orang lain waktu dan kawasan Anda olahraga. Selain mengurangi rasa kuatir mereka, kita bisa juga berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu.


Pada ketika berolahraga

1. Waktu

Waktu terbaik untuk olahraga yakni sekitar 1 jam sehabis makan, ketika gula darah Anda sedikit lebih tinggi2,3

2. Jenis Olahraga Terbaik untuk Diabetes

Kombinasi olahraga aerobik, latihan beban dan fleksibilitas merupakan olahraga yang direkomendasikan untuk penderita diabetes2,3. Kalau bisa, capailah sasaran untuk beraktivitas fisik selama 150 menit per minggu.
Tips: Target ini bisa dicapai dengan berolahraga selama 30 menit/hari. Cukup mudah, kan? Latihan fleksibilitas (peregangan) selama 5-10 menit juga bisa dilakukan untuk menyiapkan tubuh sebelum melaksanakan acara aerobik ibarat berjalan kaki atau berenang8. Aktivitas aerobik sendiri bisa dilakukan dengan rutin berjalan kaki 10 menit, 4-7 hari dalam seminggu.

3. Latihan Beban: Yes or No?

Jika Anda tidak menderita tekanan darah tinggi atau neuropati diabetik (komplikasi pada saraf akhir diabetes), ada baiknya Anda melaksanakan latihan beban.
Fakta: diabetesi yang rutin melaksanakan angkat beban bisa menurunkan kadar gula darah lebih baik daripada yang mengontrol gula darah melalui diet saja1.

4. Stay hydrated

Ingatlah untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan Anda. Sebelum mulai olahraga, minum air terlebih dahulu. Jangan lupa juga untuk minum air selama berolahraga, terutama ketika sudah melaksanakan olahraga aerobik lebih dari 30 menit.

 

Setelah berolahraga:

1. Time for Cooling Down

Sudah olahraga? Bagus! Anda berhasil melakukannya! Untuk menutup sesi olahraga sebelumnya, lakukan peregangan selama 5-10 menit sehabis olahraga untuk menciptakan otot yang tegang kembali rileks.

2. Ukur kembali gula darah Anda

Jika Anda mencicipi tanda-tanda hipoglikemia (kadar gula darah rendah) ibarat keringat dingin, pusing, tremor, segera konsumsi karbohidrat sederhana yang dengan cepat menaikkan kadar gula darah. Permen, teh manis, atau jus buah bisa dicoba. Setelah itu, perhatikan keadaan Anda. Apabila tanda-tanda hipoglikemi masih berlanjut, disarankan segera cari sumbangan medis1.

Olahraga = administrasi diabetes yang lebih baik.
Dengan 10 tips sederhana di atas, olahraga pun terasa gampang dan aman. Setuju?








8


Kenapa pemanis buatan lebih baik dibanding gula?

Gula murni dari tebu ibarat gula pasir dan gula cokelat (brown sugar) sangat cepat diserap oleh tubuh. Akibatnya, terlalu banyak mengonsumsi gula tebu bisa meningkatkan kadar glukosa dalam darah Anda. Untuk mengendalikan kadar gula darah, Anda perlu mengontrol asupan gula.
Sebagai alternatif, orang yang mengidap atau berisiko diabetes bisa menentukan tambahan buatan. Pemanis buatan diproses sedemikian rupa dengan manipulasi kimia sehingga kadar kalori dan karbohidratnya sangat rendah atau bahkan nol. Karena itu, tambahan buatan tidak akan mengakibatkan naiknya gula darah yang drastis atau kelebihan berat tubuh ibarat gula tebu. Dengan begitu, penderita diabetes masih bisa mengonsumsi makanan dan minuman manis dengan risiko yang minim.

Berbagai pengganti gula untuk diabetes

Ada aneka macam jenis pengganti gula untuk diabetes. Pasalnya, beda produk tambahan buatan, beda pula sifat dan kandungannya. Anda perlu mencermati jenis-jenis tambahan buatan yang ditawarkan di pasaran. Simak isu lengkapnya berikut ini.

1. Sukralosa

Sukralosa yakni jenis tambahan buatan yang rasanya kira-kira 600 kali lebih manis dari gula biasa. Namun, jangan khawatir sebab hanya sedikit sekali kandungan sukralosa yang akan diserap oleh tubuh Anda. Kalorinya juga sangat rendah sampai tambahan buatan ini disebut non-nutritif. Sukralosa gampang didapat sebab sudah banyak yang memproduksi tambahan buatan ini, contohnya Tropicana Slim.

2. Sakarin

Sakarin yakni pencetus tambahan buatan yang sudah dikenal semenjak seabad lalu. Pemanis buatan ini rasanya 300-500 kali lebih manis dari gula biasa. Perlu diperhatikan, akhir-akhir ini mulai banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa mengonsumsi sakarin bisa mengakibatkan efek samping yaitu kelebihan berat badan. Namun, sejauh ini penggunaan sakarin dalam dosis yang masuk akal masih diperbolehkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

3. Stevia

Stevia yakni pendatang gres dalam kelompok pengganti gula untuk diabetes. Pemanis buatan ini diekstrak dari flora stevia yang tumbuh di negara-negara beriklim tropis dan subtropis, salah satunya Indonesia. Maka, tak heran kalau Anda bisa menemukan aneka macam produk tambahan dari stevia. Pemanis stevia bebas kalori dan gula sehingga kondusif bagi penderita diabetes.

4. Aspartam

Pemanis buatan aspartam, kalorinya sangat rendah dan bebas gula. Namun, rasanya 200 kali lebih manis dari gula biasa. Akan tetapi, BPOM mengingatkan orang yang mengidap atau berisiko diabetes tidak mengonsumsi aspartam secara berlebihan. Anda sebaiknya tetap menjaga konsumsi tambahan buatan dalam jumlah yang terbatas, yaitu 50 miligram per kilogram berat tubuh Anda. Maksudnya kalau berat tubuh Anda 50 kilogram, dalam sehari Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi lebih dari 2.500 miligram atau 2,5 gram aspartam.

5. Asesulfam kalium

Salah satu jenis tambahan buatan yang sering ditambahkan dalam produk makanan dan minuman kemasan di Indonesia yaitu asesulfam kalium atau asesulfam-k. Menurut usulan BPOM, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi asesulfam-k lebih dari 15 miligram per kilogram berat badan. Jika berat tubuh Anda 50 kilogram, hindari konsumsi tambahan buatan ini lebih dari 750 miligram per hari.


Demikianlah ulasan mengenai 10 Tips Olahraga Untuk Diabetes

Sekianlah tulisan 10 Tips Olahraga Untuk Diabetespada kali ini, Semoga betul-betul dapat memberi manfaat untuk anda semua khususnya yang berkaitan dengan obat alami. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Saat ini Kamu membaca artikel 10 Tips Olahraga Untuk Diabetes dengan alamat link https://obatherbaldiabe.blogspot.com/2018/01/10-tips-olahraga-untuk-diabetes.html

Blog Archive