Judul : Kadar Gula Darah Normal Rendah Tinggi, Metabolisme, Nilai, Gangguan Kadar Gula Darah, Metode Pengukuran, Macam Pemerikasaan
link : Kadar Gula Darah Normal Rendah Tinggi, Metabolisme, Nilai, Gangguan Kadar Gula Darah, Metode Pengukuran, Macam Pemerikasaan
Kadar Gula Darah Normal Rendah Tinggi, Metabolisme, Nilai, Gangguan Kadar Gula Darah, Metode Pengukuran, Macam Pemerikasaan
Kadar Gula Darah Normal Rendah Tinggi, Metabolisme, Nilai, Gangguan Kadar Gula Darah, Metode Pengukuran, Macam Pemerikasaan
Pengertian Gula darah merupakan istilah yang mengacu pada kadar atau banyaknya kandungan gula di dalam sirkulasi darah dalam tubuh. Gula di dalam tubuh bekerjsama terdapat dalam beberapa bentuk. Gula yang ada di dalam darah disebut sebagai glukosa, yakni bentuk bentuk gula yang paling sederhana. Selain glukosa terdapat gula yang disebut sebagai glikogen. Glikogen yaitu gula dalam bentuk yang lebih kompleks biasa ditemukan di hati dan otot yang fungsinya sebagai cadangan makanan.
Definisi Glukosa darah yaitu jumlah atau konsentrasi glukosa yang terdapat dalam darah. Pada keadaan normal, glukosa diatur sedemikian rupa oleh hormon insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas (Sherwood, 2006). Pada orang sehat, kadar glukosa darah berkisar antara 60-100 mg/dL padakeadaan puasa. Konsentrasi tersebut akan meningkat hingga 120-140 mg/dL setelah makan. Lalu sistem tubuh akan mengembalikan kepada kadar glukosa yang normal setelah kira-kira 2 jam setelah perembesan karbohidrat. Kadar glukosa darah sangat penting untuk memelihara keseimbangan nutrisi di otak, retina dan germinal epithelium dari kelenjar gonad lantaran glukosa yaitu satu-satunya nutrisi yang sanggup dipakai untuk menyuplai energi kuat. Lebih dari setengah bentuk glukosa yaitu hasil dari proses glukoneogenesis yang dipakai untuk otak (Shewood, 2006; Yuniatun, 2003).
Dalam kadar gula darah normal pada manusia. Untuk mengetahui prosedur kadar gula darah tinggi, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu dari mana gula darah datangnya. Sumber gula (glukosa) yang masuk kedalam tubuh berasal dari kuliner yang dikonsumsi. Selain itu tubuh (dalam hal ini organ hati) juga memproduksi glukosa, namanya glikogen. Gula yang masuk melalui konsumsi makanan, di dalam tubuh akan diubah menjadi energi yang dipakai atau dimanfaatkan oleh sel-sel dan jaringan tubuh. Agar glukosa sanggup dipakai oleh sel-sel yang ada dalam islets of langerhans dalam organ pankreas. Setiap kali ada kuliner yang masuk. Pankreas bereaksi memproduksi insulin kedalam sel-sel tubuh dan tubuh tidak menerima pasokan energi lantaran itu penderita merasa lelah berkepanjangan dan tidak bertenaga. Dengan diprosesnya glukosa oleh insulin, maka kadar gula dalam darah menurun.
Metabolisme
Metabolisme merupakan segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam makhluk hidup. Proses yang lengkap dan komplit sangat terkoordinatif melibatkan banyak enzim di dalamnya, sehingga terjadi pertukaran materi dan energi. Adapun metabolisme yang terjadi dalam tubuh yang mempengaruhi kadar gula darah, yaitu :
1. Metabolisme karbohidrat
Karbohidrat bertanggung jawab atas sebagian besar intake kuliner sehari-hari, dan sebagian besar karbohidrat akan diubah menjadi lemak. Fungsi dari karbohidrat dalam metabolisme yaitu sebagai materi bakar untuk oksidasi dan menyediakan energi untuk proses-proses metabolisme lainnya. (William F. Ganong, 2005) Karbohidrat dalam kuliner terutama yaitu polimerpolimer hexosa, dan yang penting yaitu glukosa, laktosa, fruktosa dan galaktosa. Kebanyakan monosakarida dalam tubuh berada dalam bentuk D-isomer. Hasil yang utama darimetabolisme karbohidrat yang terdapat dalam darah yaitu glukosa. (William F. Ganong, 2005)
Glukosa yang dihasilkan begitu masuk dalam sel akan mengalami fosforilasi membentuk glukosa-6-fosfat, yang dibantu oleh enzim hexokinase, sebagai katalisator. Hati mempunyai enzim yang disebut glukokinase, yang lebih spesifik terhadap glukosa,dan ibarat halnya hexokinase, akan meningkat kadarnya oleh insulin, dan berkurang pada ketika kelaparan dan diabetes. Glukosa6-fosfat sanggup berpolimerisasi membentuk glikogen, sebagai bentuk glukosa yang sanggup disimpan, terdapat dalam hampir semua jaringan tubuh, tetapi terutama dalam hati dan otot rangka. (William F. Ganong, 2005)
2. Metabolisme gula darah
Gula darah setelah diserap oleh dinding usus akan masuk dalam fatwa darah masuk ke hati, dan disintesis menghasilkan glikogen kemudian dioksidasi menjadi CO2 dan H2O atau dilepaskan untuk dibawa oleh fatwa darah ke dalam sel tubuh yang memerlukannya. Kadar gula dalam tubuh dikendalikan oleh suatu hormon yaitu hormon insulin, jikalau hormon insulin yang tersedia kurang dari kebutuhan, maka gula darah akan menumpuk dalam sirkulasi darah sehingga glukosa darah meningkat. Bila kadar gula darah ini meninggi hingga melebihi ambang ginjal, maka glukosa darah akan keluar bersama urin (glukosuria). (Depkes RI, 2006)
Nilai Gula Darah
Nilai normal glukosa dalam darah yaitu 3,5 - 5,5 mmol/L (James, Baker, & Swain, 2008). Dalam keadaan normal, kadar gula dalam darah ketika berpuasa berkisar antara 80 mg% - 120 mg%, sedangkan satu jam sehabis makan akan mencapai 170 mg%, dan dua jam sehabis makan akan turun hingga mencapai 140 mg% (Lanywati, 2001)
Nilai normal glukosa dalam darah sanggup dihitung dengan aneka macam cara dan kriteria yang berbeda. Berikut ini tabel penggolongan kadar glukosa darah sewaktu dan puasa.
Gangguan Kadar Gula Darah
1. Hiperglikemia
Hiperglikemia merupakan keadaan peningkatan glukosa darah dari rentang kadar glukosa normal. Penyebab utama yang paling umum diketahui yaitu defisiensi insulin dan faktor herediter sedangkan penyebab lain yaitu jawaban pengangkatan pankreas, kerusakan kimiawi sel β pulau langerhans. Faktor imunologi pada penderita hiperglikemia khususnya diabetes terdapat bukti adanya respon autoimun. Respon ini merupakan respon absurd dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggap sebagai jaringan asing (Smeltzer & Bare, 2002).
Hiperglikemia mempunyai faktor risiko utama dan faktor risiko tambahan. Faktor risiko utama terdiri dari sekresi insulin, penurunan utilisasi glukosa, dan peningkatan produksi glukosa. Faktor risiko pelengkap yaitu stress (emosional), tidak cukup berolah raga, makan kuliner hiperbola dan makan kuliner yang salah, infeksi, penyakit, trauma, dan obat-obatan yang menjadikan hiperglikemia (Smeltzer & Bare, 2002).
2. Hipoglikemia
Hipoglikemia yaitu keadaan klinik gangguan syaraf yang disebabkan penurunan kadar glukosa darah. Hipoglikemia terjadi lantaran pemakaian obat- obatan diabetik yang melebihi takaran yang dianjurkan sehingga terjadi penurunan glukosa dalam darah (Lewis, 2011 dan Price, 2005).
Tanda- tanda hipoglikemia :
1. Stadium parasimpatik : lapar, mual, tekanan darah menurun
2. Stadium gangguan otak ringan : lemah, lesu, sulit berbicara, kesulitan menghitung sederhana
3. Stadium simpatik : keringat hambar pada muka terutama di hidung, bibir atau tangan
4. Stadium gangguan otak berat : koma (tidak sadar) dengan atau tanpa kejang
Metode Pengukuran Kadar Gula Darah
1. Metode Enzimatik
Metode enzimatik pada investigasi glukosa darah memperlihatkan hasil dengan spesifitas yang tinggi, lantaran hanya glukosa yang akan terukur. Cara metode enzimatik yaitu cara yang dipakai untuk memilih nilai batas. Ada 2 macam metode enzimatik yang dipakai yaitu glucose oxidase dan metode hexokinase ( Departemen Kesehatan RI, 2005 ).
- Metode glucose oxidase
Prinsip investigasi pada metode glucose oxidase yaitu enzim glucose oxidase mengkatalisis reaksi oksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida terbentuk bereaksi dengan phenol dan 4-amino phenazone dengan derma enzim peroksida menghasilkan quinoneimine yang berwarna merah muda dan sanggup diukur dengan fotometer pada panjang gelombang 546 nm. Intensitas warna yang terbentuk setara dengan kadar glukosa darah yang terdapat dalam sampel (Riyani, 2009). - Metode hexokinase
Metode hexokinase merupakan metode pengukuran kadar glukosa darah yang dianjurkan oleh WHO. Adapun prinsippemeriksaan pada metode hexokinase yaitu hexokinase akan mengkatalisasi reaksi fosforilasi glokusa denagn ATP membentuk glukosa-6-fosfat dan ADP. Enzim kedua yaitu glukosa-6-fosfat dehidrogenase akan mengkatalisasi okisidasi glukosa-6-fosfat dengan nicotinamide adenine dinoclotide phosphate (NADP) (Departemen Kesehatan RI, 2005).
2. Cara Strip
Cara strip merupakan alat investigasi laboratorium sederhana yang dirancang hanya untuk penggunaan sampel darah kapiler, bukan untuk sampel serum atau plasma. Strip katalisator spesifik untuk pengukuran glukosa dalam darah kapiler (Suryaatmadja, 2003).
Prinsip investigasi pada metode ini yaitu strip test diletakkan pada alat, ketika darah diteteskan pada zona reaksi tes strip, katalisator glukosa akan mereduksi glukosa dalam darah. Intensitas dari elektron yang terbentuk dalam alat strip setara dengan konsentrasi glukosa dalam darah.
Cara strip mempunyai kelebihan hasil investigasi sanggup segera diketahui lantaran hanya butuh sampel sedikit tidak membutuhkan reagen khusus, simpel dan gampang dipergunakan serta sanggup dilakukan siapa saja tanpa butuh keahlian khusus. Sedangkan kekurangan cara strip ini yaitu akurasinya belum diketahui, dan mempunyai keterbatasan yang dipengaruhi kadar hematokrit, interfensi zat lain (vitamin C, lipid dan hemoglobin), suhu, volume sampel yang kurang dan strip bukan untuk menegakkan diagnosa klinis melainkan hanya untuk pemantauan kadar glukosa (Suryaatmadja, 2003).
Macam-Macam Pemeriksaan Glukosa Darah
1. Glukosa darah sewaktu
Pemeriksaan gula darah yang dilakukan setiap waktu sepanjang hari tanpa memperhatikan kuliner terakhir yang dimakan dan kondisi tubuh orang tersebut. (Depkes RI, 1999).
2. Glukosa darah puasa dan 2 jam setelah makan
Pemeriksaan glukosa darah puasa yaitu investigasi glukosa yang dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8-10 jam, sedangkan investigasi glukosa 2 jam setelah makan yaitu investigasi yang dilakukan 2 jam dihitung setelah pasien menuntaskan makan (Depkes RI, 1999).
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah
Indeks Massa Tubuh merupakan indikator yang paling sering dipakai dan simpel untuk mengukur tingkat populasi berat tubuh lebih dan obesitas pada orang cukup umur (Sugondo, 2006). Kurang lebih 12% orang dengan Indeks Massa Tubuh 27 kg/m2 menderita diabetes mellitus tipe 2, faktor lingkungan dan gaya hidup yang tidak sehat ibarat makan berlebihan, berlemak dan kurang acara fisik berperan sebagai pemicu diabetes mellitus (Susilo & Wulandari, 2011). Penelitian oleh Justitia (2011) pada subjek penelitian berusia 20-59 tahun diambil pada 17 orang subjek penelitian yang mengalami obesitas ditemukan peningkatan kadar gula darah pada 15 orang dan kadar gula darah normal pada 2 orang subjek penelitian. Resiko timbulnya diabetes mellitus meningkat dengan naiknya Indeks Massa Tubuh, dimana terdapat relasi linier antara IMT dengan kadar glukosa darah (Rosalina, 2008).
Jumlah penderita diabetes di Indonesia tahun 2000 mencapai 8,43 juta jiwa dan diperkirakan mencapai 21,257 juta jiwa pada tahun 2030, menurut data Departemen Kesehatan (DepKes) angka prevalensi penderita diabetes di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 5,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 12 juta jiwa.
Salah satu upaya yang sanggup dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan pencapaian status gizi yang baik. Antropometri merupakan salah satu cara penentuan status gizi. Penentuan status gizi yang dipakai yaitu pembagian berat tubuh dalam kg dengan tinggi tubuh dalam meter kuadrat dinyatakan dalam indeks massa tubuh atau IMT. IMT mempunyai kaitan dengan kadar gula darah (Hartono, 2006).
Hasil penelitian Purnawati (1998), memperlihatkan adanya relasi yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan kadar gula darah. IMT tinggi mempunyai resiko 2 kali lebih besar untuk terkena diabetes, dibandingkan dengan IMT rendah.
Demikianlah ulasan mengenai Kadar Gula Darah Normal Rendah Tinggi, Metabolisme, Nilai, Gangguan Kadar Gula Darah, Metode Pengukuran, Macam Pemerikasaan
Sekianlah tulisan Kadar Gula Darah Normal Rendah Tinggi, Metabolisme, Nilai, Gangguan
Kadar Gula Darah, Metode Pengukuran, Macam Pemerikasaanpada kali ini, Semoga betul-betul dapat memberi manfaat untuk anda semua khususnya yang berkaitan dengan obat alami. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Saat ini Kamu membaca artikel Kadar Gula Darah Normal Rendah Tinggi, Metabolisme, Nilai, Gangguan Kadar Gula Darah, Metode Pengukuran, Macam Pemerikasaan dengan alamat link https://obatherbaldiabe.blogspot.com/2018/01/kadar-gula-darah-normal-rendah-tinggi.html
